Sabtu, 18 Juni 2016

TEORI-TEORI BELAJAR

1.Teori  belajar behavoristik
behavirostik sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata.

2. Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
3. Teori belajar konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu u.paya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.
Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

GAYA BELAJAR

 Gaya belajar dapat di definisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat peneriamaan yang optimal dibandingkan dengan cara lain. Setiap orang memliki gaya belajar masing-masing.
Pengenalan gaya belajar sangat penting bagi guru dengan mengetahui gaya belajar setiap siswa maka guru wajib menerapkan tekhnik dan strategi baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri. hanya dengan penerapan yang sesuai maka tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Seorang siswa juga wajib memahami gaya belajarnya. Pengenalan gaya belajar akan memberikan pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal.
Gaya belajar ada tiga macam yaitu; gaya belajar visua, auditori, kinestik. masing-masing gaya belajar terbagi dua yaitu, yang bersifat eksternal dan bersifat internal.
1. Visual 
Kecenderungan ini mencakup/menggambarkan informasi dalam bentuk peta, diagram grafik, follow chart dan symbol visual seperti panah, lingkaran, hirarki dan materi lain yang digunakan untuk mempresentasikan hal-hal yang dapat disampaikan dalam kata-kata. hal ini mencakup juga desain, pola, bentuk, format lain yang ditandai untuk menyampaikan informasi.

2. Auditori
mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya.
Karakteristik model pembelajaran ini benar-benar menempatkan sebagai alat untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu.

3. Kinestik
mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tentu agar bisa mengingat. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar sepertii ini yang tidak semua orang bisa melakukannya. karakter petama adalah menempatkan tangan sebagai alat informasi utama agar bisa terus mengingatnya. hanya dengan memegangnya saja seseorang memiliki gaya ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

MOTIVASI BELAJAR

A. Pengertian Motivasi
motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan atau alasan. motif merupakan tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga didalam diri manusia yang menyebabkan manusia bertindak atau melakukan sesuatu. sedangkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan belajar. menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu sendiri mencapai tujuan.

B. Fungsi Motivasi
1. Sebagai pendorong untuk berbuat sesuatu dari setiap aktifitas yang dilakukan
2. Penentu arah perbuatan yakni kearah tujuan yang ingin dicapai
3. Menyeleksi perbuatan
4. Mendorong usaha untuk mencapai prestasi

C. Motivasi ada dua yaitu, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik 
1.     Motivasi Intrinsik yaitu, jenis motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. motivasi ini sering disebut "Motivasi Murni" atau motivasi yang sebenarnya. yang timbul dari siswa, misalnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu.
2.     Motivasi Ekstrinsik yaitu, jenis motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu
D. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar
unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:

aCita-cita atau aspirasi siswa. motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemuan bergiat, bahkan dikemudian hari cita-cita dalam kehidupan. dari segi emansipasi kemandirian, keinginan yang terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar 
b. Kemampuan siswa. Keinginan seorang anak perlu dibarengi kemampuan atau kecakapan mencapainya. Kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
c. Kondisi siswa yang meliputi, kondisi jasmani dan rohani sangat memperngaruhi motivasi belajar
d. Kondisi lingkungan siswa. Lingkungan siswa berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, kehidupan kemasyarakatan. Dengan kondisi lingkngan yang aman, tentram, tertib, dan indah maka semangat motivasi belajar diperkuat.
e. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup.

MASALAH-MASALAH BELAJAR

Faktor-faktor internal:
1.     Gangguan secara fisik, seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat bicara gangguan, panca indera, cacat tubuh, dll.
2.     Ketidakseimbangan mental seperti menampakkan kurangnya kemampuan mental, taraf kecerdasan cenderung kurang
3.     Kelemahan emosional seperti merasa tidak aman, kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustman), tercekam rasa takut, benci dan antipasi, serta ketidak matangan emosi.
Faktor-faktor eksternal:
1.     Sifat kurikulum yang kurang fleksibel
2.     terlalu berat beban belajar (murid) dan untuk mengajar (guru)
3.     metode mengajar yang kurang memadai
4.     kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar
Jenis-jenis masalah belajar
1.Learning Disorder(Kekacauan Belajar)
 keadaan proses belajar seorang terganggu karena timbulnya repons yang bertentangan. pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajrnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan,sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimiliknya.
Contoh: 
Siswa yang sudah terbiasa olahraga keras, seperti karate, tinju dll. mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah gemulai.

2. Learning Disfunction
merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenernya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat indera, atau gangguan psikologis lainnya.
Contoh:
Siswa yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok untuk menjadi atlet bola voley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola voley, maka dia tidak dapat menguasai.

3. Under Achiever
mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong diatas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.
Contoh:
Siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul
 (IQ = 130-140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau sangat rendah.

4. Slow Learner(Lambat Belajar)
Slow learner adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lainnya yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.

5. Learning Disabilities(Ketidakmampuan Belajar)
mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menhindari belajar, sehingga hasil potensi belajar dibawah intelektualnya